Halaman

Minggu, 05 Desember 2010

Keistimewaan Yogjakarta Mulai Terusik

aksi demonstrasi warga jogya

Masyarakat Yogyakarta tidak hanya terguncang oleh bencana Merapi, namun saat ini yang sedang panas-panasnya adalah kontroversi mengenai daerah Istimewa itu. Sejumlah elemen masyarakat Jogja menilai, pernyataan resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tempo hari hanyalah bersifat normatif yang dirasa dalam pidatonya tidak ada penekanan. Mengenai RUU Keistimewaan Yogyakarta dan penetapan Gubernur nantinya, Presiden tidak memberikan penjelasan dan tidak memutuskan secara pasti. Oleh karena itu masyarakat dalam wadah Paguyuban Yogyakarta akan menggelar aksi demonstrasi lagi. "Besok kita akan tetap turun ke jalan," ujar ketua Paguyuban ukuh se Yogyakarta Semar Sembogo Sukiman Hadiwiyono, kepada INILAH.COM, kamis (2/12/2010). Menurut Sukiman, masyarakat sudah setuju dengan aksi tersebut. 
Rakyat bertanya, mengpa status Jogja dipersoalkan? mengapa menjadi agak goncang gini?. Padahal sampai sat ini masyarakat Jogja tidak minta apa-apa, kecuali kalau mereka minta merdeka sendiri atau yang lainnya. Semua masyarakat mulai dari kalangan bawah sampai atas kota gudeg ini dibuat berang. Sampai tukang parkir pun angkat bicara. Mereka setuju bahwa sistem yang sudah ada jangan diubah-ubah. dan tidak protes juga tidak keberatan kalau Gubernur dan Wakil Gubernur dijabat oleh Sri Sultan dan Paku Alam. Karena selain sebagai raja atau pemimpin, beliau adalah pemersatu rakyat Yogyakarta.
Sumber : inilah.com
Photo by : inilah.com

Sabtu, 04 Desember 2010

Bahasa Walikan Malang

Banyaknya ragam suku dan wilayah yang tersebar di Indonesia mengakibatkan munculnya bahasa daerah di Indonesia. Salah satu contoh seperti halnya Pulau Jawa, sebagai salah satu pulau yang memiliki penduduk terpadat di indonesia ternyata juga memiliki bahasa yang berbeda untuk masing-masing daerahnya. Jakarta dengan penduduk aslinya terkenal dengan Bahasa Betawi atau masyarakat jawa Barat dengan Bahasa Sunda nya. Bahasa adalah unsur budaya yang mudah berubah. Tak cuma bahasa Indonesia, bahasa-bahasa daerah pun juga mengalami perkembangan serupa. Salah satunya Bahasa Jawa di Malang adalah bahasa Walikan. Bahasa walikan (bahsa terbalik) ini lebih sering digunakan oleh kalangan anak muda di kota Malang. Asal mula Bahasa walikan ini dimulai pertama kali ketika zaman perjuangan gerilya rakyat kota. Pada saat itu bahasa Walikan dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk menjamin kerahasiaan. Efektifitas sesama pejuang danjuga identitas untuk mengenal kawan atau lawan. Dengan kata lain bahasa walikan ini menjadi kata sandi bagi para pejuang pada masa itu, walaupun sebenarnya bahasa walikan bukan kata sandi karena bahasa ini lebih karya perbendaharaan kata dari kata sandi dan tidak terkait pada aturan-aturan baku, selain itu bahasa walikan juga tidak mengikuti istilah yang umum dan baku sehingga sulit dipahami dan dimengerti oleh orang awam. Bahasa walikan dipergunakan karena pada saat itu banyak sekali mata-mata Belanda yang dapat menggunakan Bahasa Jawa jadi dengan penggunaan bahasa walikan akan mengeliminir bocornya rencana perjuangan para geriliyawan ke tangan Belanda. 
Bahasa walikan bukanlah kata sandi karena bahasa ini sifatnya terbuka kaya perbehandaraan kata sekaya bahasa yang ada. Bahasa walikan ini sekarang sudah berbaur dengan bahasa Malangan. Bahkan sudah menjadi bahasa gaul dari berbagai kalangan,baik remaja, orang tua, kalangan pelajar atau mahasiswa serta warga di aktivitas yang lainnya. Salah satu fungsi nyata bahasa Walikan ini adalah memperkuat modal sosial masyarakat berupa semakin eratnya hubungan persaudaraan, saling bekerja sama dan saling percaya di semua sektor. Seperti makan jadi nakam; orang jadi gnaro; mas jadi sam; pecel jadi lecep; dll masih banyak lagi.

Infrastruktur Evakuasi Bencana

Kompas, kamis 2 november 2010

Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan membangun infrastruktur evakuasi bencana di kawasan obyek wisata Gunung Bromo. Diperkirakan pembangunan infrastruktur ini membutuhkan dana sekitar Rp.5 miliar. Bupati Probolinggo Hasan Aminudin mengatakan, pembangunan infrastruktur evakuasi bencana sangat mendesak untuk mengatisipasi dampak letusan Gunung Bromo yang sewaktu-waktu mengancam masyarakat maupun wisatawan. "Belajar dari bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah serta penetapan status awas Gunung Bromo selama sembilan hari terakhir, kami merencanakan pembangunan infrastruksur evakuasi bencana" tutur Hasan, rabu (1/12) di Probolinggo. Dalam waktu dekat, infrastruktur yang akan dibangun adalah papan radius zona, gazebo yang dilengkapi teropong, pusat informasi bencana, erta posko kesehatan bencana. "Penunjuk radius zona ini sangat penting bagi siapapun yang berkunjunng ke kawasan Bromo. Jika sewaktu-waktu ada peringatan dari pos pengamatan untuk menjauh pada radius tertentu, masyarakat dan wisatawan langsung bisa tahu dimana posisi aman mereka", ujarnya. 
Dikawasan wisata Bromo juga akan dibangun posko kesehatan bencana dengan dilengkapi ambulans yang disiagakan terus di sekitar Gunung Bromo. agar masyarakat dan wisatawan memahami potensi ancaman bencana, di sekitar kawasan wisata Bromo akan dibangun pula pusat informasi bencana.
Enam Teropong
Sebanyak enam teropong akan dipasang di titik-titik strategis pengamatan Gunung Bromo. Dengan demikian wisatawan tak perlu turun kelautan pasir saat gunung Bromo brstatus awas. Sebelumnya kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif menyatakan siap memberi bantuan teropong untuk melengkapi fasilitas kawasan wisata Gunung Bromo. "Untuk saat ini silakan menyaksikan Gunung Bromo, tapi tidak perlu masuk kelautan pasir," ujarnya.


Bromo Meletus, Tak Sepi Pengunjung

TEMPO/ Fully Syafi

Semburan abu vulkanik Gunung Bromo, tidak membuat khawatir sejumlah pengunjung untuk tetap menikmati keindahannya. Meski saat ini Bromo berstatus awas, hal ini justru membuat wisatawan makin penasaran dan ingin menyaksikan langsung kondisi Bromo. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah pengunjung baik domestik maupun manca negara terus meningkat. Besarnya antusiasme pengunjung yang berwisata ke kawasan ini terlihat pasca penetapan status Bromo dalam level awas. Sejumlah hunian seperti hotel pun tingkat huni nya tidak terlalu menurun. Pemerintah Kabupaten Probolinggo memang memperbolehkan bagi siapapun untuk melihat keadaan Bromo saat ini dalam jarak sekitar 4km atau lebih, namun sayangnya wisata menuju lautan pasir ditutup untuk sementara waktu demi keamanan. Palang Merah dan beberapa relawan membagi-bagikan masker untuk antisipasi dampak dari abu vulkanik Bromo.
Untuk menuju ke Bromo, kebanyakan pengunjung memilih jalur arah Probolinggo. Melalui Penanjakan di desa Ngadisari, Sukapuro, Probolinggo erupsi Gunung bromo dapat dinikmati dari atas. Sebab kawasan Lautan Pasir atau Kaldera langsung menampung lahar dan lontaran batu vulkanik hasil semburan Gunung Bromo, dan dilarang untuk melintas bagi siapapun. Pemandangan unik saat Bromo meletus maupun tidak tetap menjadi pesona yang tak pernah pudar.
Sumber : Antara

Senin, 22 November 2010

Malang Kota Ruko

photo by rumah dan properti
Kota Malang tidaklah se-asri dulu, kini cuacanya juga yidak menentu. Sebutan kota dingin bagi Malang mungkin saat ini tidak berlaku lagi. Beberapa tanah kosong dan pepohonan yang tidak difungsikan dulunya kini sudah berdiri bangunan serba guna yang saat ini biasa disebut Ruko (rumah toko). Ditambah lagi berdirinya mal-mal yang lokasinya tidak memguntungkan, yaitu terletak di daerah instansi pendidikan atau tempat penting lainnya. hal ini sempat menjadi polemik oleh mahasiswa sekitar. aktivitas belajar yang terganggu rupanya tidak digubris oleh pemerintah setempat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah ya tetap saja mal itu diteruskan pembangunannya. 
Seiring berdirinya mal-mal yang lain, berdiri pula ruko-ruko di kota malang. Mulanya hanya sedikit yang berdiri, namun lama-kelamaan semakin tak terhitung keberadaannya. Hampir di setiap sudut kota malang terdapat ruko, baik yang sudah jadi maupun yang sedang dibangun. Bayangkan saja di daerah Dinoyo berdiri sekitar 50an ruko. hal ini sangat menguntungkan bagi pemiliknya namun tidak terlalu besar bagi masyarakat di sekitarnya. Dengan adanya fakta tersebut cuaca di Kota Malang menjadi semakin panas dan jalanan menjadi macet. Pembangunan ruko dipercepat dan dibuat sebagus mungkin serta kebanyakan bertingkat dua. Hal ini tentu saja dibuat untuk menarik perhatian pembeli, masih dibangun saja sudah bertuliskan dijual?!. namanya pun juga tidak kalah dengan perumahan-perumahan, misalnya saja ruko dinoyo megah, dinoyo indah, dinoyo corner, dll. Umumnya pembelian ruko ini digunakan sebagai resto, cafe, distro, butik, salon n spa, computer sale, counter hp, supermarket, dll. letaknya yang strategis membuat pembeli tertarik untuk mengembangkan usahanya lebih luas lagi dengan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Keuntungan juga didapat oleh pemerintah dengan penarikan pajak kepemilikan usaha atau bangunan, dari situlah devisa kota Malang meningkat. Terang saja peraturan pemerintah tentang bangunan ini belum ada realisasinyadan sepertinya tidak dibatasi berapa jumlah pembangunan ruko di kota Malang. 
Mungkin juga kalau dipikir lebih jauh lagi, kota Malang tidak akan berkembang (maju) bila tanpa ada pembangunan untuk perubahan. Tetapi tidak dengan cara pembangunan ruko terus-menerus sampai saat ini dan pihak pemerintah saya pikir perlu membatasinya. Masih banyak cara lain yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kota kita tercinta ini. Karena dengan adanya cuaca yang semakin meingkat dan semakin banyaknya polusi mebuat masyarakat semakin resah pula. Kini sebutan kota Malang tidak hanya sebagai kota bunga, kota hijau, kota pendidikan, dan bertambah satu lagi yaitu Malang Kota Ruko. Sebagai warga yang baik, marilah kita tetapmenjga kebersihan dan hijaukan kembali kota kebanggaan ini. Dan terima kasih kepada orang-orang yang telah melakukan penanaman pohon untuk kota Malang.

Senin, 08 November 2010

Kuliner Jadul di Toko Oen - Malang

Senin, 01-09-2008 18:25:20 oleh: Nury Nusdwinuringtyas
Kanal: Wisata
 
Lho, kuliner kok di toko? Saya sendiri baru menyadari yang saya sangka berpredikat restoran, dari dulu (ternyata) menyandang gelar "toko". Bernostalgia , di suatu Sabtu , malam Minggu hampir sebulan yang lalu, saya sengaja makan malam di Toko Oen Malang.

Sangat mudah mendapati toko Oen di ujung jalan Kayutangan, bangunannya sesuai dengan ingatan saya. Warna hijau tua, jendela besar melengkung nyaris setengah lingkaran, dan yang menakjubkan, gorden putih menutup setengah tinggi jendela , masih di pertahankan. Di dalam, lemari kaca, bercat kuning, stoples- stoples lama , wah, rasanya kembali ke masa lalu. Apalagi saat saya datang separuh ruangan diisi nonik-nonik rambutnya pirang asli, organ tunggal lagu- lagu keroncongan ABG (Angkatan Babe Gue). Pas banget.
Penyempurnaan kesan jadul diperkuat tampilan buku menu yang tampil jadul banget, menu tertulis dalam dua bahasa , bahasa Belanda dan bahasa Indonesia. Saya sih kalau ngikuti menu masa kecil ya ice cream, namun acara pertemuan ilmiah yang padat dari pagi tak memberi saya kesempatan mengisi lambung, sangat laparlah yauw. Saya pilih steak, dengan minumannya, teman yang perutnya tak sekosong saya memilih menu favorit bu de saya : huzaren zla..! Hu, pengen juga, tapi nggak muat donk.
Sambil menunggu hidangan saya "memutari" bangunan toko Oen, memfoto dari luar, dalam, semua tulisan, gambar, stoples. Teman- teman saya tertawa , Nury shooting! Saat keliling itu, masuk sekitar 20 ABG betulan, rupanya ada yang Ulang Tahun. Pesannya: semua banana split ! Hik , pengen juga. Organ tunggal mengiringi penyanyi manis menyanyikan lagu special request yang ulang tahun. Menunggu hidangan yang agak lama, saya melihat gerai buku, souvenir, rupanya di pakai kantoran juga oleh Dinas Pariwisata, saya membeli buku Malang , telusuri dengan hati.
Ah, steak saya muncul dengan anggun , pada plate khusus agar tetap panas, sayur pada piring terpisah,. Rasa steak jadul yang sungguh mak nyus. Tampilan utuh, ternyata di lunakkan seperti resep eyang , di tusuk- tusuk untuk mematahkan serat,sehingga mudah di potong (pantesan lama). Iyalah, tamunya selain para nonik , kan omanya juga, yang pastinya memilih steak yang super empuk. Harga steak sekitar Rp 45.000,-;Dengan minum, rata-rata kami per orang Rp 70.000,-.Saya menikmati pelan- pelan , sehingga baru sadar, saat keluar, lho, ternyata , ada yang menunggu , belum kebagian tempat !
Selain steak, aneka salad jaman dulu dan ice cream, toko Oen terkenal dengan roti resep jadul .Seorang teman dari Menado, membeli roti yang memang hand made untuk oleh-oleh . Empuk nya lain!.
Wikimuers, ke Malang? Jangan lupa ke masa lampau di Toko Oen.
(Pak Phil, ini pelunasan hutang ya)


Keterangan Foto (urutan dari atas ke bawah) :
•1. Toko Oen ternyata berdiri sejak ( jauh) sebelum saya lahir
•2. Jendela yang melengkung, dengan gorden , tampak nonik asli.
•3. Nury, di kursi lama, organ tunggal dan penyanyi pada latar belakang
•4. Stoles jadul, dulu isinya antara lain hopyes.
•5. Steak saya
•6. Lemari, catnya pun seperti dulu

Kamis, 04 November 2010

Segara Anakan

Tersimpan Di Dalam Pulau Sempu
foto by : Erik Marangga
Mungkin sebagian dari kita belum pernah mengetahui apa itu segara anakan. Itu dikarenakan letaknya yang tersembunyi dan belum banyak terjamah oleh masyarakat. Disebelah selatan arak Kota Malang dan melewati Kepanjen menuju Pantai Sendang. Di pantai inilah kita bisa menemui perahu-perahu kecil, perahu bermotor dan kapal penumpang. Kapal penumpang yang dibandrol dengan harga Rp.40ribu ini akan mengantarkan kita menuju Pulau Sempu, dengan kapasitas maksimal 15 orang. Keindahan Pulau Sempu adalah sisi lain yang bisa kita nikmati selain berburu ikan di Pantai Sendang Biru. Dan selain itu yang tidak kalah menariknya kita bisa menemukan telaga yang sangat jernih. Ya, namanya segara Anakan yang tersimpan di dalam Pulau Sempu. Sekelilingnya terdapat batu karang tinggi yang membatasi dengan laut lepas. Selain berenang bagi anda yang mempunyai hobi snorkling, tempat ini sangat cocok karena dengan leluasa kita dapat menikmati keindahan terumbu karang dan pemandangan bawah laut lainnya. Suasana yang masih asli, unik, dan jauh dari kebisingan membuat kiata betah berlama-lama di segara ini. Hanya jangan harap ada fasilitas penginapan disini.