Halaman

Sabtu, 04 Desember 2010

Infrastruktur Evakuasi Bencana

Kompas, kamis 2 november 2010

Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan membangun infrastruktur evakuasi bencana di kawasan obyek wisata Gunung Bromo. Diperkirakan pembangunan infrastruktur ini membutuhkan dana sekitar Rp.5 miliar. Bupati Probolinggo Hasan Aminudin mengatakan, pembangunan infrastruktur evakuasi bencana sangat mendesak untuk mengatisipasi dampak letusan Gunung Bromo yang sewaktu-waktu mengancam masyarakat maupun wisatawan. "Belajar dari bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah serta penetapan status awas Gunung Bromo selama sembilan hari terakhir, kami merencanakan pembangunan infrastruksur evakuasi bencana" tutur Hasan, rabu (1/12) di Probolinggo. Dalam waktu dekat, infrastruktur yang akan dibangun adalah papan radius zona, gazebo yang dilengkapi teropong, pusat informasi bencana, erta posko kesehatan bencana. "Penunjuk radius zona ini sangat penting bagi siapapun yang berkunjunng ke kawasan Bromo. Jika sewaktu-waktu ada peringatan dari pos pengamatan untuk menjauh pada radius tertentu, masyarakat dan wisatawan langsung bisa tahu dimana posisi aman mereka", ujarnya. 
Dikawasan wisata Bromo juga akan dibangun posko kesehatan bencana dengan dilengkapi ambulans yang disiagakan terus di sekitar Gunung Bromo. agar masyarakat dan wisatawan memahami potensi ancaman bencana, di sekitar kawasan wisata Bromo akan dibangun pula pusat informasi bencana.
Enam Teropong
Sebanyak enam teropong akan dipasang di titik-titik strategis pengamatan Gunung Bromo. Dengan demikian wisatawan tak perlu turun kelautan pasir saat gunung Bromo brstatus awas. Sebelumnya kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif menyatakan siap memberi bantuan teropong untuk melengkapi fasilitas kawasan wisata Gunung Bromo. "Untuk saat ini silakan menyaksikan Gunung Bromo, tapi tidak perlu masuk kelautan pasir," ujarnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar