Halaman

Minggu, 12 Desember 2010

AS Geram Dengan Wikileaks

Pemerintah Amerika Serikat sungguh sangat terpukul dengan bocornya kawat-kawat diplomatik oleh situs Wikileaks. Negara adi kuasa ini benar-benar kebakaran jenggot, kok bisa dokumen rahasia ini terbongkar di tangan orang lain. Padahal kita tahu sendiri AS adalah negara yang canggih di bidang informasi dan teknologi, bagaimana dengan negara seperti Indonesia?. AS benar-benar dibuat malu karena cara berdiplomasi mereka terbongkar. Segala kepura-puraan di depan negara lain bocor sudah. Salah satunya dengan negara Arab, ternyata apa yang diungkapkan dibelakang layar berbalik 180 derajat dengan apa yang disampaikan di forum. 
Dengan adanya hal tersebut AS mengerahkan segala kemampuannya untuk membungkam siapa yang ada di balik ini semua. Wartawan Australia yang terlibat saat ini Julian Assange sedang dalam buruan, Intelejen AS mencoba mencari dimana keberadaan Assange, dan diharapkan dia bisa menjelaskan dari mana bisa mendapatkan kawat-kawat diplomatik yang bersifat rahasia itu. Tidak dipungkiri juga bisa saja ada orang dalam yang memberi tahu. Perlu kita ketahui juga wartawan sekaligus pendiri situs Wikileaks ini memiliki misi tertentu yang ingin diungkapkan, yaitu untuk memerangi korupsi pemerintah dan korporasi.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa tekhnologi informasi perlu kita waspadai. Disatu sisi membuat dunia lebih kecil dan tanpa batas disisi lain membuat segalanya tidak ada kerahasiaan. Inilah yang seharusnya membuat semua pihak berhati-hati bahkan lebih cermat lagi dalam berkomunikasi dengan dunia maya. Dan selain itu rupanya diperlukan juga komunikasi lebih jujur dan tulus bahkan diantara pihak yang tergolong dekat dengan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar