![]() | ||
| TEMPO/ Fully Syafi |
Semburan abu vulkanik Gunung Bromo, tidak membuat khawatir sejumlah pengunjung untuk tetap menikmati keindahannya. Meski saat ini Bromo berstatus awas, hal ini justru membuat wisatawan makin penasaran dan ingin menyaksikan langsung kondisi Bromo. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah pengunjung baik domestik maupun manca negara terus meningkat. Besarnya antusiasme pengunjung yang berwisata ke kawasan ini terlihat pasca penetapan status Bromo dalam level awas. Sejumlah hunian seperti hotel pun tingkat huni nya tidak terlalu menurun. Pemerintah Kabupaten Probolinggo memang memperbolehkan bagi siapapun untuk melihat keadaan Bromo saat ini dalam jarak sekitar 4km atau lebih, namun sayangnya wisata menuju lautan pasir ditutup untuk sementara waktu demi keamanan. Palang Merah dan beberapa relawan membagi-bagikan masker untuk antisipasi dampak dari abu vulkanik Bromo.
Untuk menuju ke Bromo, kebanyakan pengunjung memilih jalur arah Probolinggo. Melalui Penanjakan di desa Ngadisari, Sukapuro, Probolinggo erupsi Gunung bromo dapat dinikmati dari atas. Sebab kawasan Lautan Pasir atau Kaldera langsung menampung lahar dan lontaran batu vulkanik hasil semburan Gunung Bromo, dan dilarang untuk melintas bagi siapapun. Pemandangan unik saat Bromo meletus maupun tidak tetap menjadi pesona yang tak pernah pudar.
Sumber : Antara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar