Halaman

Selasa, 19 Oktober 2010

Ngalam

Tarekotku Yang Terabaikan
Taman rekreasi kota malang atau yang biasa diebut tarekot, kini nasibnya sudah terabaikan oleh masyarakat. Tempat rekreasi yang berada di belakang Balai Kota Malang ini, keberadaanya mulai tersisihkan dengan tempat-tempat rekreasi lain yang ada di sekitar kota Malang. Hal itu dapat kita lihat dengan sedikitnya pengunjung yang datang kesitu. Mungkin fasilitas yang ditawarkan tidak semodern tempat rekreasi lain. Hanya terdapat taman burung, aneka macam tumbuh-tumbuhan, kolam renang, dan permainan seperti ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, dll. Jelas saja harga tiket masuknya tidak lebih dari Rp. 10ribu. Kebersihan dan keindahanya tidak cukup menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung. Namun jangan salah, selain murah tarekot kota malang ini juga bisa dipakai sebagai sarana pembelajaran dan bermain bagi anak-anak untuk lebih mengenal flora dan fauna yang ada di sekitarnya. Bagaimanapun juga sebagai warga kota malang, kita harus menjaga dan melestarikan taman rekreasi ini.

Minggu, 17 Oktober 2010

Teknologi

Power Balance, Asli atau Palsu?
Yupp, semua pasti udah tahu atau bahkan sudah pada punya tren stuff satu ini kan??ya, Power Balance adalah sebuah teknologi yang dapat memperbaiki keseimbangan tubuh, meningkatkan fleksibilitas tubuh, dan meningkatkan kekuatan tubuh. Yang sering kita jumpai saat ini adalah Power Balance jenis gelang silicon, yang dilengkapi dengan dua hologram power balance yang 100% terbuat dari bahan surgical grade silicon yang tahan lama dan dapat direnggangkan hingga 40% dari bentuk semula. namun hal itu sekarang tidak demikian. Yang perlu dipertanyakan produk tersebut asli ataukah palsu?? ya setahu saya power balance yang marak beredar di pasaran, dan di pinggiran jalan kota Malang itu adalah palsu. Barangnya tidak beda jauh dan mirip dengan aslinya, hanya saja bila diamati jelas jenis siliconnya yang beda. yang palsu dalam jangka pendek pun sudah molor, sedangkan yang asli tahan lama dan bila direnggangkan bisa kembali ke bentuk semula. Dilihat dari harganya saja sudah kelihatan kalau itu palsu, yaitu hanya Rp. 25 ribu - 40 ribu saja. Wow.. beda jauh kan dengan yang aslinya, dibandrol dengan harga Rp. 200 ribu - 1juta. Tetapi walaupun palsu tetap saja digemari dan diburu oleh masyarakat. berdasarkan riset di kota Malang, motif mereka membeli PB (power balance) adalah agar trendy dan sebagai asesoris saja, tanpa mempersoalkan apakah berefek pada kesehatan atau tidak. Hati-hati jangan mudah tertipu dengan yang palsu, pintar-pintar aja memilih. Terkadang yang asli memang dianggap terlalu mahal, tetapi sebanding kok dengan keuntungan yang didapatkan dari power balance. Kesehatan memang yang nomor satu, jadi nggak boleh ada kata PELIT untuk kesehatan. Get Healt, Get Power Balance!!!